Friday, July 12, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedJababeka Himpun “Orang Tua” di D’Khayangan - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Jababeka Himpun “Orang Tua” di D’Khayangan – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Jababeka Tbk, pengembang kawasan industri Jababeka, juga mengembangkan senior living @D’Khayangan. Konsepnya bukan seperti rumah jompo yang terkesan “membuang” orang tua yang sudah tidak produktif lagi, tapi justru di tempat ini sebagai komunitas para orang tua dengan berbagai kegiatan yang diadakan sehingga para orang tua bisa beraktifitas dengan sesamanya.

Soft Launching D'Khayangan

Soft Launching D’Khayangan

Menurut S.D. Darmono, President Director Jababeka, paling tidak ada dua hal mendasar yang dibutuhkan para orang tua yaitu perhatian dan hiburan. Membiarkan orang tua di rumah walaupun disediakan berbagai fasilitas, dalam kesendiriannnya justru bisa membuat orang tua tersebut bertambah stres karena merasa tidak dibutuhkan lagi dan merasa terbuang.

“Makanya kitra kembangkan D’Khayangan ini untuk para orang tua berkumpul. Kita buat panoramanya indah dan memberikan banyak kegiatan seperti bermain musik, menyanyi, memasak, belajar angklung, dan sebagainya,” ujarnya kepada housing-estate.com di sebuah acara seminar Senior Living Sebagai Gaya Hidup Lanjut Usia di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih dari membuat wadah berkumpul para orang tua, menurut Darmono, konsep senior living bisa digunakan untuk perkembangan perekonomian melalui sektor pariwisata. Ia menyebutkan, bila konsep senior living di Jababeka diterapkan juga di daerah-daerah wisata seperti Tanjung Lesung, Morotai, Danau Toba, orang asing bisa menghabiskan waktu tuanya dengan berkeliling Indonesia.

“Nanti dia cerita  ke teman-temannya, kalau mau pensiun di Indonesia saja, tempatnya enak, nyaman, murah, dan memuaskan. Nanti para pembantu rumah tangga kita konversi jadi care giver atau perawat untuk mengurus para orang tua ini. Mereka mendapatkan standar hidup yang lebih baik, bayangkan kalau ini misalnya diterapkan di 100 kota di Indonesia, efeknya akan sangat luar biasa,” jelasnya.

Saat ini diakui Darmono konsep semacam senior living ini belum begitu terpikirkan karena  demografi kita yang mayoritas masih usia produktif. Tapi nanti 30-50 tahun yang akan datang kondisi kita akan seperti Jepang yang komposisi orang tuanya lebih besar dibandingkan kalangan produktif.

Pakar kesehatan Sonia Wibisono sangat setuju dengaan konsep senior living ini. Menurutnya, ajang kumpul-kumpul bagi orang tua sangat baik karena masalah yang umum terjadi pada orang tua adalah merasa sendiri dan ditinggal sehingga sebaiknya orang tua tetap memiliki kegiatan salah satunya dengan komunitas seperti senior living ini.

“Bisa juga dibentuk di satu kawasan RT atau RW, dibuatkan jadwal pertemuan yang rutin. Nanti di situ ada sukarelawan bisa membayar orang profesional atau pun warga lainnya sebagai sukarelawan untuk membuat kegiatan seperti membuat kue, belajar alat musik, atau sekadar main catur,” imbuhnya.

Konsep senior living ini juga harus mulai dipikirkan oleh kalangan muda yang saat ini masih sibuk bekerja. Jadi selain dia memikirkan untuk orang tuanya, harus juga dipikirkan persiapan untuk masa tuanya kelak. “Kalau orang tua tetap memiliki kegiatan, akan menghindarkan dari penyakit-penyakit syaraf seperti pikun, dimensia, bahkan alzaimer. Kalau ada kesibukan semangat hidupnya tetap ada. Jadi buat saja secara swadaya di lingkungan terkecil kita,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments