Wednesday, April 24, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedHunian Hotel Bintang di Kaltim, Turun

Hunian Hotel Bintang di Kaltim, Turun

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Menyusul larangan instansi pemerintahan mengadakan kegiatan di hotel, tingkat isian (okupansi) hotel berbintang di Kalimantan Timur mengalami penurunan. Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, tingkat okupansi hotel pada  Desember 2014 sebesar 58,6 persen. Jumlah tersebut turun 1,1 poin dibanding bulan sebelumnya, yakni 59,74 persen.

Hotel bintang 4 di kalimantan

ilustrasi: Hotel bintang 4 di kalimantan

“Meski menurun, saya rasa bila melewati 50 persen pihak hotel sudah mencapai break even point atau titik impas. Pengeluaran dan pendapatan mereka seimbang, tapi tak bisa mendapat untung besar,” jelas Aden Gultom, kepala BPS Kaltim, di Samarinda, Rabu (4/2).

Penurunan okupansi hotel pada Desember lalu, kata Aden, tidak lantas bisa disimpulkan karena larangan PNS menggelar acara di hotel yang diberlakukan mulai 1 Desember 2014. Untuk mengetahui gambaran lebih lengkap, BPS akan melakukan survei hunian hotel bintang di Kaltim dan Kaltara sepanjang tahun ini.

Aden menyebutkan pemerintah tidak melarang PNS menginap di hotel. Yang dilarang adalah menyelenggarakan kegiatan di hotel. Karena itu instansi pemerintah tetap bisa menginapkan pegawai di hotel, saat menggelar acara dalam skala besar di gedung pemerintah.

Berbeda dengan tingkat okupansi. secara umum lama tamu menginap di hotel berbintang mengalami kenaikan 2,3 hari dibanding November 2014.  Itu untuk tamu domestik, waktu menginap wisatawan mancanegara (wisman) justru berkurang. Periode November, wisman biasanya menghabiskan waktu 4,4 hari di hotel, tapi, saat akhir tahun lalu menjadi 4,1 hari.

Aden mengatakan jumlah wisatawan asing selama Januari-Oktober mencapai 13.516 orang.  Paling banyak dari Malaysia,  disusul Singapura, Australia, India, dan Amerika Serikat. Jumlahnya mencapai 7.490 orang atau 57,93 persen.

Chairman Casa Grande Kaltim M Zuwaini, mengatakan, larangan PNS berkegiatan di hotel tidak berarti bisnis perhotelan menjadi mati.  Setiap hotel telah menetapkan segmen pasarnya. “Mungkin akan sangat terasa bagi hotel yang membidik pasar government. Jalan keluarnya adalah mengubah business plan kami. Saat ini perhotelan lebih gencar menarik pelanggan atau tamu selain dari pemerintahan,” katanya.

Ia mengakui persaingan pada pangsa pasar sektor swasta sangat ketat.  Penurunan harga komoditas utama Kaltim, seperti batubara juga mempengaruhi bisnis hotel.  “Saya khawatir akan terjadi perang tarif yang tak sehat. Meski anggota casa grande adalah GM berbagai hotel. Kami tak bisa menentukan tarif yang harus dipasang,” terang Zuwaini.

Akibatnya perang tariff sulit dihindari. Hotel bintang lima menawarkan harga setingkat hotel bintang tiga. Kondisi ini tentu bisa mematikan bisnis hotel di bawahnya.

 

Sumber: Kaltim Post Online

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments