Sunday, May 26, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedHotel Mewah AS Diincar Investor Tiongkok

Hotel Mewah AS Diincar Investor Tiongkok

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Beberapa tahun belakangan investor asal Tiongkok jadi buah bibir di seluruh dunia. Mereka  sangat agresif  membeli properti mewah di berbagai negara  Asia, Eropa, dan Amerika. Investor perusahaan (non individual) senang mengincar hotel mewah. Motifnya, selain prestise perusahaan juga menjadi investasi jangka panjang yang akan memberikan pemasukan tetap.

Tahun lalu dua hotel sudah beralih ke investor Tiongkok, yaitu Waldorf-Astoria (Hilton Worldwide Holdings Inc) di Park Avenue, New York, dibeli oleh Anbang Insurance Group Co. senilai 1,95 miliar dolar AS. Lalu sebuah hotel mewah dalam kawasan superblok baru di Chicago yang diambil Dalian Wanda Group Co senilai total 900 juta dolar AS. Investor ras kuning dari Asia Timur ini juga membidik hotel-hotel sekelas di Washington, Los Angeles, Sydney dan Paris.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Perusahaan asuransi Tiongkok itu membeli untuk investasi selama 50-100 tahun ke depan dan mereka tidak cemas akan terjadinya penurunan nilai di pasar New York,” kata Ryan Meliker, analis investasi hotel untuk bank MLV & Co, tentang perusahaan asuransi Sunshine yang membeli Baccarat Hotel New York.

Menurut Meliker, New York adalah tempat parkir uang dalam jangka panjang yang sangat baik.  Bagi AS, ramainya investor asing membeli properti mewah di negerinya bukan barang baru. Di era 1980-an, investor yang menyerbu berasal dari Jepang, disusul orang-orang kaya asal Timur Tengah yang kebanjiran petro dolar.

Pemerintah Tiongkok juga mendorong warganya berinvestasi ke luar negeri menyusul melemahnya pasar properti dan pertumbuhan ekonomi negeri tersebut. Bahkan untuk itu, sudah terbit peraturan baru yang berlaku sejak tahun lalu. Yaitu, perusahaan Tiongkok boleh investasi di luar negeri  tanpa meminta persetujuan pemerintah dengan nilai investasi hingga 1 miliar dolar AS. Peraturan sebelumnya dibatasi hanya sampai 100 juta dolar AS.

Jones Lang LaSalle (JLL) memperkirakan tahun ini perusahaan-perusahaan Tiongkok akan menghamburkan duit lebih dari 5 miliar dolar AS untuk berinvestasi hotel di luar negeri.  Jauh di atas total belanja mereka tahun lalu sebesar 920 juta dolar AS, atau tahun 2012  senilai 130 juta dolar AS.

Kendati sangat agresif, portofolio aset properti perusahaan asuransi Tiongkok di luar negeri masih terbilang kecil. “Aset realestat mereka baru satu persen dari seluruh portofolionya,” ujar Gilda Perez-Alvarado, Head of the Americas JLL’s global hotel group. Tapi melihat tren terakhir, Alavarado memperkirakan portofolio itu bisa naik jadi empat persen; komposisi yang biasa terjadi di banyak perusahaan asuransi di negeri barat.

Menurut Sean Hennessey, Chief Executive Officer Lodging Advisors, perusahaan konsultan perhotelan, investasi di sektor perhotelan sebetulnya cukup spekulatif. Apalagi jika itu hotel baru, bukan hotel yang sudah beroperasi lama dan sudah punya konsumen loyal. Pasalnya, ruang hotel tidak bisa dijual prelease, berbeda dengan gedung kantor. Setelah hotel beroperasi, pemilik harus siap memilkul beban tingkat hunian. Hotel juga paling riskan dengan inflasi yang mempengaruhi tarif dan tingkat hunian.

Para analis menghitung, hotel mewah sekelas Baccarat bisa memberi pemasukan tahunan sekitar 3-4 persen dari harga pembelian. Meliker memperkirakan secara kasar nilainya sekitar dua kali yield 10-year US Treasury notes.

Menurut STR, pasar hotel di AS sendiri saat ini sedang di posisi puncak, dengan tarif rata-rata harian (average daily rate – adr) sebesar 115 dolar AS (Rp1,5 juta) per malam dan revenue per available room setinggi 74 dolar AS (Rp 947.940). Bisnis pariwisata pun sedang kuat, di mana pada tahun lalu jumlah turis grup naik 4,4 persen. Padahal setahun sebelumnya masih turun 0,7 persen.

Scott Berman, head of the hospitality group for PricewaterhouseCoopers LLC, memproyeksikan tahun 2015 ini pasar juga masih kuat. Pendukungnya adalah membaiknya ekonomi AS, seiring turunnya harga minyak dunia dan terbatasnya hotel mewah baru di sejumlah kota di AS.

(Sumber: Wall Street Journal)

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments