Wednesday, April 24, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedHarga Properti  Terus Naik, Ini Penyebabnya - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Harga Properti  Terus Naik, Ini Penyebabnya – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Pertumbuhan harga properti membuat konsumen terkaget-kaget.  Baru tiga empat bulan harganya sudah berubah. Karena itu konsumen yang baru pertama kali mau membeli rumah (first time buyer) disarankan segera membeli, kalau tidak harganya semakin tidak terjangkau.

rumah-dua-lantai

Ada sejumlah alasan yang mendasari kenaikan harga tersebut mulai yang logis hingga karena keinginan subyektif pengembang.

“Umumnya pengembang melakukan perubahan harga di awal dan pertengahan tahun tapi bisa juga secara situasional. Ketika pasar sedang bagus developer umumnya menaikkan harga, sebaliknya saat pasar lesu seperti saat ini harga bisa bertahan lebih lama,” ujar Sales Manager Kebagusan Terrace, Stephanie Casandra,  kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (28/12).

Kenaikan harga biasanya dilakukan pengembang apabila ada perubahan nilai jual obyek pajak (NJOP) bumi dan bangunan. Bila ini yang terjadi penyesuaian biasanya dilakukan pada awal tahun karena dasar pengenaan PBB (Pajak Bumi Bangunan) dan NJOP umumnya terbit pada bulan Februari.

Faktor lain yang langsung berpengaruh adalah kenaikan harga produk. Misalnya kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), bahan baku material bangunan, gaji buruh atau tukang. Semua itu masuk dalam perhitungan biaya produksi sehingga sangat berpengaruh terhadap harga jual.  Ada juga situasi tertentu yang membuat developer menahan harga dan pelit memberikan diskon. Misalnya produk yang dipasarkan tinggal sedikit sementara permintaan masih ada. Dalam kondisi ini pengembang bisa jadi tidak menaikkan harga tapi juga tidak memberikan diskon. Dia akan bersikap pada konsumen ‘take it or leave it’.

“Secara umum developer  melakukan koreksi harga tiga kali dalam setahun, setiap kenaikan berkisar 5-7 persen. Kalau ingin mendapatkan harga terbaik harus membeli produk yang baru diluncurkan, risikonya barangnya belum jadi, pekerjaan yang molor, dan potensi keterlambatan lainnya,” imbuhnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments