Housing-Estate.com, Jakarta – Pengembangan hunian menengah di Serpong, Tangerang, bergerak ke kawasan Parung Panjang. Kawasan di barat Serpong yang masuk wilayah Kabupaten Bogor itu diincar pengembang karena harga tanahnya lebih murah dan ada kereta komuter menuju Jakarta. Developer yang akan mengembangkan proyek di kawasan ini adalah Farpoint yang banyak bermain di proyek hunian vertikal.
Rumah yang akan dikembangkan anak usaha Gunung Sewu Group itu harganya Rp400-800 jutaan. Belum mau menyebut nama perumahannya, Farpoint hanya menyatakan lokasinya sekitar 4 km dari Stasiun Parung Panjang di area seluas 20 ha. Bangunan dan kaveling rumahnya di bawah 70 m2.
“Tangerang sangat menarik untuk rumah di bawah Rp500 juta. Pasarnya sangat besar, khususnya orang asli Tangerang yang bekerja di Jakarta dan mulai mapan ekonominya,” kata Helentri Utomo, Senior Marketing Manager Farpoint, kepada housing-estate.com, usai acara pengenalan konsep baru Plaza Mebel, mal khusus home furnished yang dikembangkan Farpoint di bilangan Fatmawati, Jakarta Selatan, Selasa (31/1).
Pemasarannya rencananya dilakukan usai lebaran tahun ini. Waktunya dinilai tepat karena kondisi sektor properti sudah mulai bergerak dan membaik. Helenti mengakui pasar memang wait and see pihaknya optimis karena konsumen enduser tidak terlalu terpengaruh dengan situasi. Sambil menyiapkan proyek baru itu Farpoint fokus menyelesaikan sejumlah proyek yang sedang berjalan di Jakarta, antara lain perkantoran Sequis Tower di Jl Jend Sudirman Jakarta dan The Hundred di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. The Hundred merupakan proyek mixed use development terdiri dari perkantoran, apartemen, hotel dan ritel dengan kapitalisasi sebesar Rp3-3,5 triliun. Proyek lainnya Verde Two, apartemen dua menara di Jl Rasuna Said, Kuningan, yang akan diselesaikan pembangunannya September 2016.