Tuesday, April 16, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedDulux Ikut Merawat Bangunan Bersejarah

Dulux Ikut Merawat Bangunan Bersejarah

Housing-Estate.com, Jakarta – Sebagai bagian dari program Inisiatif Kota Humanis yang diusung oleh produsen pelapis pewarnaan Akzonobel (Dulux Catylac), perusahaan cat ini mengembalikan kecerahan warna-warna bangunan bersejarah di Yogyakarta. Program yang disebut Yogyakarta Cerah Menakjubkan Lebih Lama ini dilakukan untuk gedung Museum Dharma Wiratama Yogyakarta.

dulux Museum Dharma Wiratama Yogyakarta

Menurut Head of Brand and Consumer Marketing Akzonobel Decorative Paints Indonesia, Anastasia Tirtabudi, dengan program ini pihaknya ingin mengajak semua pihak untuk mengembalikan identitas sebuah kota salah satunya dengan menjaga bangunan bersejarah kota tersebut.

“Sebagai salah satu kota tropis, Yogyakarta sangat rentan dengan paparan sinar matahari yang memudarkan warna bangunan. Sejarah merupakan identitas, karena itu sangat penting untuk menjaga bangunan bersejarah kota kita dan bagi kami kegiatan seperti ini bukan sekadar bisnis tapi sebagai tanggung jawab bersama sebagai bagian dari masyarakat,” ujarnya saat melakukan pengecatan Gedung Museum Dharma Wiratama, Minggu (16/5).

Untuk pengecatan gedung bersejarah ini, digunakan cat eksterior Dulux dengan teknologi durabond latex yang bisa memberikan ketahanan terhadap hujan dan mencegah cat mengelupas. Cat ini juga memiliki fitur chroma brite UV fight untuk mencegah warna memudar akibat sinar UV sehingga membuat kecerahan warna cat lebih tahan lama.

Warna yang digunakan sendiri dipilih green lime, sebagai satu dari 10 bagian warna eksterior favorit Indonesia. Ajang ini juga melibatkan lebih dari 100 orang mitra Dulux yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya. Para pengunjung selain bisa mengaplikasikan produk Dulux Catylac, bisa juga mendapatkan penjelasan dari program yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2006 ini.

Anastasia juga menjelasakan, ajang seperti ini telah menjadi komitmen perusahaannya untuk menciptakan lebih banyak lagi kota humanis di seluruh dunia. Tiga pendekatan yang dilakukan yaitu menggunakan bahan-bahan utama, perlindungan utama, dan warna-warna utama untuk memberikan perlindungan total kepada setiap bangunan.

“Masyarakat tentunya ingin merasa terhubung dengan kota mereka, menemukan identitas diantara lingkungan perkotaan melalui peninggalan-peninggalan bersejarah, dan dengan acara ini kami berharap masyarakat bisa semakin memahami pentingnya melindungi budaya dan menerima masa lalu sebagai bagian dari masa depan kita,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments