Monday, February 26, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedDengan Smart City, Warga Bisa Pantau Kinerja Aparat - Housing-Estate.com - Portal...

Dengan Smart City, Warga Bisa Pantau Kinerja Aparat – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Menindaklanjuti kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemporv) DKI Jakarta dengan Google Enterprise untuk mewujudkan kota pintar (smart city), Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI Jakarta meluncurkan aplikasi yang dapat digunakan untuk memantau keluhan masyarakat maupun memantau kinerja aparat kota.

“Saya sangat mengapresiasi Diskominmas yang sudah berhasil merealisasikan aplikasi ini dengan anggaran yang minim, hanya Rp3,5 miliar. Aplikasi ini salah satu wujud smart city karena melibatkan warga dalam pembentukan kebijakan publik,” ujar Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok), saat peluncuran aplikasi smart city di Balaikota, Senin (15/12).

Jakarta Smart City

Jakarta Smart City

Dengan aplikasi ini, seluruh aparat khususnya camat dan lurah harus mengunduh aplikasi cepat respon publik (CROP) sementara masyarakat mengunduh aplikasi QLUE untuk melaporkan kejadian maupun keluhan terkait kotanya. Dengan aplikasi  ini dapat dipantau seluruh kinerja aparat dengan melihat berapa lama mereka memantau keluhan yang sudah dilaporkan oleh masyarakat. “Kalau aparat lama merespon keluhan masyarakat nanti akan kami stafkan,” ancam Ahok.

Kepala Diskominfomas Agus Bambang Setiowidodo menambahkan, selain melalui aplikasi QLUE, warga Jakarta juga dapat mengakses melalui situs resmi pemprov di smartcity.jakarta.go.id. “Website ini juga terintegrasi dengan aplikasi  sosial media pengaduan warga ibukota seperti ke email, Twitter, Facebook, balai warga, Lapor!1708, dan Google Waze,” imbuhnya.

Aplikasi QLUE dapat diunduh di android play store secara gratis untuk digunakan warga menyampaikan aspirasi secara real time untuk pengaduan soal kemacetan, banjir, sampah, joki three in one, parkir liar, pengemis, dan sebagainya. Seluruh pengaduan warga ini akan terkoneksi ke aparat Pemprov DKI dan kepolisian (aplikasi CROP).

Aplikasi ini merupakan dashboard mapping yang menggunakan platform Google Maps sebagai dasar pemetaan digital. Ke depan dengan pengembangan aplikasi smart city, menurut Agus, warga Jakarta juga akan bisa mengetahui nilai pajak bumi bangunan (PBB) hingga perencanaan kotanya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments