Tuesday, July 16, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedDelapan Wilayah Jadi Prioritas Penanganan Banjir Jakarta - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Delapan Wilayah Jadi Prioritas Penanganan Banjir Jakarta – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Banjir yang melanda Jakarta beberapa hari ini tidak  bisa diselesaikan secara instan dan sekaligus. Untuk itu Dinas Tata Air Pemprov DKI Jakarta akan memprioritaskan delapan wilayah rawan banjir yang ada di daerah aliran barat, aliran tengah, dan aliran timur. Untuk ini telah dialokasikan anggaran sebesar Rp2,75 triliun.

Menurut Kepala Dinas Tata Air DKI Jakarta Agus Priyono, di setiap aliran utama tersebut ada beberapa wilayah yang akan diprioritaskan agar tidak banjir lagi. “Di aliran barat dan aliran tengah ada tiga wilayah sementara aliran timur dua wilayah sehingga total ada delapan wilayah yang menjadi prioritas,” ujarnya kepada media di Jakarta, Kamis (12/2).

Banjir di depan Kampus Trisakti, Jl. S Parman

Banjir di depan Kampus Trisakti, Jl. S Parman

Di aliran barat, kawasan yang menjadi prioritas adalah Kampus Trisakti dan Tarumanegara di Jalan S. Parman, Jelambar yang berada di sekeliling Kali Sekretaris, Kali Angke, dan Kali Grogol, dan kawasan Greenvile tepatnya di Jalan Panjang (Taman Ratu). Di aliran tengah fokus penanganannya di kawasan Mampang, Kebon Baru, dan Bidara Cina.

Khusus di Mampang, Agus menyebut pihaknya akan membuat sumur resapan dengan jumlah yang banyak agar air yang terbuang ke aliran sungai bisa berkurang. Sementara di aliran timur akan difokuskan di kawasan Kelapa Gading Barat dan Cawang. Di Kelapa Gading akan ditambah tiga unit pompa di Jalan Bulevar Barat, Artha Gading, dan Saluran Kali Betik.

Bersamaan dengan kegiatan ini, Dinas Tata Air juga akan membuat folder di wilayah utara Jakarta yang 40 persen wilayahnya lebih rendah dari permukaan laut. Di wilayah selatan Jakarta yang 60 persen wilayahnya memiliki kontur lebih tinggi akan dibangun drainase horizontal dan vertikal selain sumur resapan di beberapa area.

“Jadi selain fokus di delapan wilayah ini kita juga lakukan antisipasi lainnya agar hasilnya lebih maksimal, misalnya kita juga akan terus menormalisasi sungai dari hulu ke hilir. Kalau normalisasi dan sheet pile rampung kita akan langsung lakukan pengerukan,” tandas Agus.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments