Friday, June 14, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedDana Tapera Bisa Mencapai Rp1.000 Triliun - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Dana Tapera Bisa Mencapai Rp1.000 Triliun – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) berpotensi mengumpulkan dana dalam jumlah sangat besar. Dengan jumlah pekerja formal sebanyak 40 juta dalam 5 tahun ke depan Tapera bisa mengumpulkan Rp50-60 triliun. “Hingga 20 tahun ke depan dananya bisa mencapai Rp1.000 triliun,” ujar Maurin Sitorus, Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), kepada housing-estate.com pada  acara sosialisasi UU Tapera di Jakarta, Kamis (3/3).

Ilustrasi

Ilustrasi

Prediksi Maurin itu sesuai draft RUU Tapera sebelum disyahkan DPR beberapa waktu lalu. Sesuai draft iuran Tapera sebesar 3 persen, 2,5 dibayar  pekerja dan 0,5 persen kontribusi pemberi kerja atau perusahaan. Ketentuan soal iuran ini pada akhirnya di-drop dari undang-undang dan akan dimasukkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) sebagai penjabaran dari UU Tapera.

Maurin menyatakan potensi dana yang dapat digalang oleh Tapera tersedia cukup banyak. Potensi itu sekarang belum dioptimalkan. Ia mencontohkan dari 40 juta pekerja formal yang sudah menjadi peserta BPJS baru 19 juta. Kalau penggalangannya dapat dioptimalkan iuran sebesar 3 persen dinilai cukup untuk mendukung kegiatan Tapera.

Tapera dikelola dengan sifat gotong royong, pemanfaatan dananya diprioritaskan untuk  kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah. Pekerja yang lebih mampu dana iurannya  dijadikan tabungan yang dapat diambil saat pensiun beserta hasil pengembangannya. Soal penggunaan dana ini salah satu yang menjadi keberatan kalangan pengusaha terhadap Tapera.

Menurut Maurin, kalau dana Tapera dimanfaatkan orang mampu akan terjadi subsidi represif, yaitu orang miskin menyubsidi orang kaya. Dalam jangka panjang kalau dananya sudah besar seluruh anggota akan mendapat pelayanan sama.  “Bila seluruh peserta Tapera dibolehkan menggunakan dananya, saat mereka mengajukan KPR ke bank yang disetujui bank orang yang lebih mampu dibandingkan kalangan MBR,” ujarnya.

Maurin mengatakan Tapera juga harus dapat memasukkan pekerja informal yang jumlahnya lebih banyak.  Dengan mengiur Tapera dan melalui proses screening mereka lebih mudah mengakses KPR perbankan. Sekarang kalangan pekerja informal belum terlayani oleh perbankan. Bank yang terang-terangan menyatakan mau menyalurkan KPR untuk pekerja informal pada prakteknya sulit diakses karena ada persyaratan sebagai bagian dari sikap kehati-hatian.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments