Monday, July 15, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedBeda Ruang Lain Gipsumnya

Beda Ruang Lain Gipsumnya

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Ada berbagai jenis gipsum untuk aplikasi di ruang yang berbeda.

Housing-Estate.com, Jakarta – Papan gipsum sudah lazim dipakai di rumah-rumah di perkotaan. Umumnya sebagai penutup plafon dan partisi ruang. Gipsum terbuat dari batu putih hasil pengendapan air laut (kalsium sulfat) yang kemudian mengalami proses kimia dan dilapisi kertas di tiap sisinya. Gipsum muncul sebagai pengganti triplek dan asbes, karena dianggap lebih tahan dan bagus tampilannya, tidak beracun, serta mudah dan cepat dipasang. “Tapi, secara keseluruhan pemakaian gipsum di Indonesia masih sedikit. Beda dengan negara maju seperti Amerika Serikat, masyarakatnya umumnya sudah memakai gipsum untuk plafon dan partisi,” kata Ojahan Opusunggu, analis properti dari Institute of Property Technology (Jakarta), dalam sebuah acara yang diadakan produsen gipsum di Jakarta pertengahan Oktober.

Artikel_92_Tren Bahan Bangunan_Beda Ruang Lain Gipsumnya_0270964

Kelebihan lain gipsum, kalau atap bocor kita bisa cepat tahu, karena kebocoran itu akan menimbulkan titik hitam pada papan gipsum sehingga dapat langsung diganti. “Jadi gipsum bisa dijadikan semacam alert (pengingat),” kata Wihartoseno, Market Research & Comunication Manager PT Petrojaya Boral Plasterboard, produsen gipsum Boral Jayaboard. Kalau rusak, misalnya terkena air terus menerus, kita tidak perlu mengganti seluruh papan pada triplek atau asbes. Tinggal memotong dengan cutter bidang yang rusak, kemudian menggantinya dengan bidang baru seluas bidang yang dipotong. Lalu rekatkan dan finishing dengan compound.

Kekurangan gipsum, itu tadi, rentan air. Karena itu penggunaan hanya disarankan untuk ruang dalam (interior). “Sebenarnya terkena air tidak masalah asal tidak konstan (terus menerus),” kata Sari Yuliana, Marketing Manager PT Siam-Indo Gypsum Industry, produsen gipsum Elephant. Bahkan, papan gipsum itu sendiri dari sono-nya mengandung air, sehingga membuat ruang lebih sejuk. Ada banyak merek gipsum di pasar, seperti Knauf, A-Plus, dan Gyproc, selain dua merek yang disebutkan di atas. Jenisnya ada beberapa tergantung peruntukan. Ini yang banyak tidak disadari orang, sehingga menganggap satu gipsum untuk semua aplikasi. “Orang tahunya gipsum itu untuk interior dan menyerahkan kepada tukang pemasangannya. Padahal dengan mengenal jenis-jenis gipsum, aplikasinya bisa lebih efektif,” jelasnya. Berikut jenis papan gipsum itu.

Tipe Standar

Ini papan gipsum yang umum dipakai untuk plafon (ceiling) dan partisi. Ketebalannya 9–12 mm. Elephant misalnya, menjual papan gipsum standar berukuran 1,2 x 2,4 m2 seharga Rp65–70 ribu (9 mm) dan Rp75–80 ribu (12 mm) per lembar. Sedangkan Boral Jayaboard dari perusahaan Indonesia-Amerika- Australia, punya tipe standar dengan ukuran serupa, tapi panjangnya bisa disesuaikan dengan permintaan (customize). Harganya Rp60–70 ribu (9 mm) dan Rp70–80 ribu (12 mm) per lembar, dengan pilihan pinggiran papan miring dan flat.

“Untuk partisi (pemisah ruang), kita sarankan menggunakan papan 12 milimeter, untuk plafon yang sembilan millimeter,” kata Product Manager PT Petrojaya Boral Plasterboard Donny Libra. Sementara PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (Gyproc) yang masuk ke Indonesia tahun 2012, menawarkan tipe standar Topline. “Ini khusus untuk plafon, tidak disarankan untuk partisi. Untuk partisi pemasangan di-double atau menggunakan seri Baseline,” kata Marketing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia Siew Ye Won.

Tipe Moisture Resistance

Papan gipsum ini dicampur dengan bahan tertentu sehingga lebih tahan lembab. Elephant misalnya, menambahkan silikon, Petrojaya melengkapinya dengan dengan wax. Dengan campuran itu gipsum mampu bertahan di area lembab. “Tipe moisture resistance Elephant bisa untuk plafon teras yang tidak sering terkena air,” kata Sari.

Sementara Donny menyarankan penggunaan tipe moisture Boral Jayaboard di teras dengan penambahan lapisan waterproof (tahan air). “Papan gipsum itu sebenarnya untuk interior. Untuk teras biasanya orang memilih papan fiber semen atau kalsi,” ujarnya. Menurutnya, penggunaan papan gipsum jenis moisture lebih tepat di area kamar mandi, dapur, dan sekitar kolam renang (wet area).

Di luar negeri ketebalan papan gipsum tipe moisture antara 12 – 15 mm. “Tapi, di Indonesia supaya murah, ketebalannya hanya sembilan millimeter,” kata Sari. Sedangkan Gyproc menawarkan tipe moisture Aqualine yang dilapisi kertas bewarna hijau. “Papan gipsum ini untuk ruang luar yang tidak langsung terkena hujan,” kata Siew Ye. Aqualine juga dapat dijadikan dasar pemasangan keramik di area basah.

Tipe Fire Resistant

Papan gipsum yang dicampur serat fiber ini lebih tahan api. Ketika terjadi kebakaran, papan tidak merambatkan api ke ruangan lain. Aplikasinya bisa untuk plafon dan partisi. “Pada dasarnya gipsum itu mengandung air sehingga lebih tahan api. Dengan penambahan serat fiber, daya tahannya terhadap api lebih lama,” ujar Sari. Kemampuannya menahan api tergantung ketebalan. Misalnya, papan gipsum Elephant dengan ketebalan 9 mm secara umum mampu bertahan hingga 45 menit.

Tipe fire resistant

Tipe fire resistant

Boral Jayaboard tipe fire resistance (fire stop) dengan ketebalan 13 dan 16 mm diklaim bisa bertahan 2–4 jam dari api tergantung sistem aplikasi. Sedangkan Fireline dari Gyproc dengan komposisi gipsum dan fiber glass dengan ketebalan 16 mm dapat bertahan dari api selama dua jam. Papan gipsum fire resistance cocok untuk aplikasi di ruang penyimpanan dokumen, apartemen, rumah sakit, dan gedung perkantoran.

Sementara Boral Jayaboard menyediakan gipsum dengan bahan kombinasi wet area dan fire stop. “Jadi, papan gipsum wet arefire stop ini lebih tahan baik terhadap api maupun kelembaban,” kata Donny. Aplikasi disarankan di ruang atau bangunan yang menuntut keamanan atau tingkat kelembaban tinggi seperti gedung perkantoran, pabrik, atau area dapur.

Tipe Sound Resistance

Bagi yang butuh ruang kedap suara, papan gipsum ini pilihannya. Boral misalnya, punya tipe Soundstop dengan ketebalan 12 mm. “Soundstop cenderung digunakan untuk partisi, tapi untuk plafon juga bisa,” kata Donny. Untuk partisi ia menyarankan aplikasinya dua lapis. Aplikasi disarankan untuk ruang studio, ruang menonton film di rumah (home theatre), bioskop, dan lain-lain. Boral bahkan punya Jayabell yang dilapisi tisu akustik untuk menyerap suara.

Aplikasi gypsum untuk kedap suara di ruang perkantoran

Aplikasi gypsum untuk kedap suara di ruang perkantoran

“Aplikasinya lebih tepat pada ruangan besar agar suara tidak memantul dan mengurangi gaung. Jayabell tersedia dalam motif bulat dan kotak sehingga bisa juga dipakai untuk dekorasi ruang,” jelasnya. Sedangkan Elephant memiliki perforated type yang dilapisi tisu akustik dengan dua motif: pin hole dan nuvo fissured. Aplikasinya berbeda dengan tipe lain yang concealed ceiling (rangka tidak terlihat dan finishing memakai perekat compound), memakai sistem rangka ekspos (rangka terpasang, gipsum tinggal diletakkan). “Tipe ini juga bisa digunakan untuk dekorasi ruang,” kata Sari.

Dua Jenis

Papan gipsum ada yang berbahan dasar murni gipsum, ada juga yang sudah dicampur limbah kimia tertentu. “Ada kasus penggunaan gipsum berbahan limbah kimia di Amerika yang memicu gangguan pernafasan,” kata Sari. Secara kasat mata keduanya agak sulit dibedakan. Tapi warna gipsum limbah kimia biasanya lebih kehitam-hitaman. Papan gipsum yang baik, sesuai standar global, memiliki kelendutan yang rendah, minimal 5 mm.

Boral Jayaboard bahkan memiliki aturan yang lebih ketat: papan gipsum yang memiliki kelendutan lebih dari 2 mm tidak bisa dipasarkan. Dengan teknologi sag-defying-strength, papan disebut tetap rata dan tahan lendut setelah terpasang dan meningkat rasio kekuatannya terhadap berat. Supaya tetap flat, gipsum yang baik juga harus ringan. Makin ringan makin baik. Boral Jayaboard diklaim ringan dan mudah dipasang tanpa menyebutkan angkanya dibanding papan gipsum setara dari merek lain.

“(Papan gipsum yang baik) lapisan kertas dan gipsumnya juga menyatu,” kata Sari. Saat dipasang, penyekrupan papan tidak boleh terlalu dalam karena akan merusak kertas dan menghilangkan kekuatannya. Rangkanya berjarak 40 x 120 mm (panjang x lebar) dengan ketebalan bahan rangka 0,4-0,5 mm. “Pemasangan di ruangan yang besar, jarak rangkanya jangan terlalu besar,” ujar Donny.

Sumber: Majalah HousingEstate

Dapatkan Majalah HousingEstate di toko buku atau agen terdekat. (Lihat: Daftar Retailer) atau Unduh versi digitalnya WayangForce, Scoop & Scanie.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments