Saturday, June 22, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedBanyak Proyek Infrastruktur, Produksi Semen Ditarget Naik Hingga 6 Persen

Banyak Proyek Infrastruktur, Produksi Semen Ditarget Naik Hingga 6 Persen

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Gencarnya pembangunan proyek infrastruktur 2015 meningkatkan kapasitas produksi semen. Menurut Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia  (ASI) Widodo Santoso, tahun 2015 terjadi peningkatan tipis produksi semen nasional sebesar 1,8 persen atau total 61 ribu ton dari tahun sebelumnya sebesar 59,9 juta ton.

Progres pembangunan The Alana Condotel

Ilustrasi

“Tahun 2015 situasinya cukup berat, pada semester awal malah penggunaan semen sempat turun 1,5 persen, tapi saat tutup tahun bisa naik walaupun tipis. Dengan gencarnya proyek infrastruktur yang dikerjakan pemerintah maupun swasta, untuk tahun 2016 ini kami menargetkan kapasitas semen nasional bisa tumbuh 5-6 persen,” ujarnya di Jakarta, Rabu (13/1).

Hanya saja, Widodo mengkhawatirkan peningkatan kapasitas produksi semen lokal ini bisa terkendala dengan impor semen dari negara kawasan khususnya Thailand, Vietnam, dan Taiwan. Untuk itu, ia berharap perhatian pemerintah untuk lebih selektif dalam hal mengeluarkan perizinan investor semen.

Bila hal ini terjadi, para investor yang telah lebih lama mengembangkan pabrik semen dengan biaya yang sangat mahal, utilitasnya tidak akan terpenuhi karena terjadi over supply semen di dalam negeri. Untuk mengekspor semen dari dalam negeri juga akan relatif sulit karena permintaan semen global tengah menurun akibat resesi dunia selain produksi semen di Tiongkok juga over supply sehingga di sana ingin melempar produknya ke pasar global khususnya Asia dan Afrika.

Setidaknya, tahun ini akan ada 8 pabrik baru yang akan menambah pasokan semen nasional mencapai 16 juta ton. Pabrik baru semen ini antara lain Semen Holcim, Tiga Roda, Merah Putih, Garuda, Conch Semen, Semen Jawa, Semen Bima, dan Semen Bosowa. Asumsinya, jika proyek infrastruktur tahun ini naik mencapai 20 persen (Rp300 triliun), maka target penyerapan semen 5-6 persen tahun ini bisa tercapai.

“75 persen dari total permintaan semen ini digunakan untuk perumahan, apartemen, perkantoran, hotel, fasilitas pariwisata, dan lainnya. Makanya kami sangat mengapresiasi sudah mulai dilakukannya kontrak pekerjaan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) sejak awal tahun ini sehingga penyerapan produksi semen juga bisa lebih cepat,” imbuhnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments