Wednesday, July 17, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedBanyak Kritik, Agung Podomoro Belajar Dari Pengalaman Kalibata City - Housing-Estate.com -...

Banyak Kritik, Agung Podomoro Belajar Dari Pengalaman Kalibata City – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Kalibata City di Jl Raya Kalibata, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, salah satu kisah sukses pembangunan superblok di Jakarta. Agung Podomoro Land, pengembangnya, dalam waktu singkat dapat membangun belasan tower apartemen yang mencakup belasan unit hunian. Di kawasan seluas 12,5 ha itu Agung Podomoro Land (APL), pengembangnya, membangun 13 ribu unit apartemen. Sekarang apartemen tersebut sudah dihuni dan menjadi yang paling hidup di Jakarta.

Direktur Agung Podomoro Land, Indra W Antono

Direktur Agung Podomoro Land, Indra W Antono

Namun pembangunan Kalibata City itu mengundang banyak kritik. Apartemen itu dinilai salah sasaran karena penghuninya banyak dari kalangan menengah, orang kaya, dan dibeli para investor properti. Pengembang juga dituding tidak menyediakan fasilitas parkir memadahi sehingga parkirnya meluber ke pinggir jalan dan mengganggu arus lalu lintas.

Indra Wijaya Antono, Direktur Marketing Agung Podomoro Land (APL), mengaku mendengar berbagai kritik itu. Tapi para pengritik itu dinilai tidak memahami ikhwal proyek yang dikembangkan itu. Indra menjelaskan, dari 13 ribu unit apartemen di Kalibata City sebanyak 7.000 unit merupakan rumah susun sederhana milik (rusunami) dan 6.000 unit apartemen menengah atau anami (apartemen sederhana milik).

“Tidak melenceng dan tidak salah sasaran, kita membangun 7.000 ribu unit rusunami sesuai harga patokan pemerintah Rp140 juta. Kalau orang menjual lagi Rp250 juta, bukan urusan kita, kalau mau dikontrol harusnya pemerintah dong,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (18/9).

Ia menjelaskan, sebagai proyek rusunami pihaknya memang tidak menyediakan parkir kendaraan roda empat.Rusun ini konsepnya untuk masyarakat yang tidak memiliki mobil. Mereka dapat menggunakan kereta dari stasiun yang berada di belakang apartemen. Dalam mengembangkan Kalibata City, APL melakukan perhitungan sangat cermat. Kalau tidak bisa rugi karena tanah yang lokasinya strategis itu dibeli mahal sementara harganya dipatok pemerintah.

Apartemen ini boleh dibilang tidak ada yang kosong. Orang yang ingin tinggal dengan menyewa harus antre. Pasar sekennya juga ramai. Menurut Indra, penghuninya sangat beragam, orang-orang dari Sabang sampai Merauke ada di sini. Profesinya juga macam-macam mulai, kalangan profesional, artis, hingga profesi yang dinilai negatif oleh masyarakat, ada. “Segala penilaian itu buat kita nggak apa-apa, wartawan yang tinggal di Kalibata City juga bikin berita tidak tepat. Kalibata City itu jadi laboratorium hidup buat kita belajar,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments