Saturday, April 13, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedBank Tanah Sudah di Depan Mata

Bank Tanah Sudah di Depan Mata

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Konsep bank tanah yang diwacanakan sejak lama tampaknya akan menjadi kenyataan. Pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) akan segera mengeluarkan aturan mengenai pembentukan bank tanah (landbank). Regulasi itu akan berbentuk peraturan pemerintah (PP) yang ditargetkan keluas awal tahun 2017.

tanah-eks-hgu

“Kita mau membangun besar-besaran tapi pemerintah tidak punya tanah, makanya landbank ini akan mulai dibentuk dan semoga awal tahun depan sudah mulai bisa dikeluarkan aturannya. Dengan adanya landbank pemerintah bisa mengontrol harga sehingga masyarakat kecil bisa punya akses membeli rumah dengan harga terjangkau,” ujar Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil dalam publikasi di Jakarta yang dikutip Jumat (18/11).

Tenaga Ahli Menteri ATR/BPN, Himawan Arief Sugoto, menyatakan, bank tanah diperlukan untuk menjamin program nasional, mengendalikan fluktuasi harga, dan pengendalian penguasaan oleh sebagian kecil orang. Selama ini tanah banyak dikuasai pihak swasta sehingga harga dikontrol mereka.

“Harga tanah bisa naik hingga 200 persen setahun (karena itu) program pemerintah memberi KPR bunga rendah belum mampu mendorong daya beli masyarakat. Di sisi lain pemerintah tidak bisa mengendalikan harga konstruksi, makanya diperlukan landbank untuk mengendalikan,” imbuhnya.

Untuk persiapan pembentukan bank tanah akan dilakukan inventarisasi tanah-tanah  milik pemerintah dan  mengidentifikasi tanah yang sudah berubah peruntukan, misalnya tanah perkebunan  menjadi pemukiman. Lahan-lahan idle, tanah hak guna usaha (HGU) dan hak guna bangunan (HGB) dimungkinkan untuk dimasukkan bank tanah. Himawan menjelaskan, percepatan sertifikasi 5 juta tanah tahun 2017 salah satu tujuannya  untuk mendukung pembentukan bank tanah. Pemerintah daerah diinstruksikan untuk melakukan terobosan dengan melakukan pendaftaran tanah secara sistematis sehingga bisa lebih cepat.

Menurut Inspektur Jenderal Kementerian ATR/BPN Yuswanda A. Temenggung, potensi pengadaan bank tanah sangat besar. Saat ini ada 400 ribu ha tanah terlantar dan tanah HGU yang telah habis masa berlakunya dan tidak diperpanjang. Selain itu masih ada 4,1 juta ha dari pelepasan kawasan hutan yang masih memerlukan kajian dengan Kementerian Kehutanan.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments