Monday, May 27, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedBank Tanah Bisa  Seperti Bank Konvensional - Housing-Estate.com - Portal Berita Properti...

Bank Tanah Bisa  Seperti Bank Konvensional – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Kendala terbesar pembangunan perumahan di Indonesia khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) adalah soal ketersediaan tanah murah. Lahan cenderung naik mengikuti perkembangan kawasan.  Pembangunan rumah murah sulit dilakukan karena harga jualnya sudah ditetapkan pemerintah. Akibatnya kalangan MBR terpaksa bertempat tinggal di pinggiran kota yang jauh dari tempat kerjanya. Kalau pemerintah punya kemauan politik (good will) untuk menjawab persoalan ini tidak sulit. Konsepnya bisa dibuat seperti bank biasa atau bank konvensional.

Ilustrasi

Ilustrasi

“Kalau bank konvensional menghimpun dana dari masyarakat berupa tabungan, deposito, giro, atau lainnya yang dikembalikan kepada masyarakat melalui penjualan jasa keuangan. Konsep landbank bisa menghimpun tanah dari masyarakat yang ditelantarkan maupun tanah negara yang belum digunakan,” ujar Bernhard Limbong, pakar pertanahan dari Universitas Padjajaran Bandung kepada pers  di Jakarta, Senin (16/5).

Selanjutnya tanah ini dikembangkan dan didistribusikan kembali sesuai dengan rencana penggunaannya, yaitu dijual atau disewakan kepada masyarakat. Dengan cara demikian  tanah menjadi lebih produktif.  Selain untuk mewujudkan pembangunan rumah murah bank tanah berfungsi  untuk menghimpun tanah sesuai tata guna dan rencana tata ruang, pengendali tanah, menekan mafia tanah, dan menyalurkan tanah sesuai program.

Menurut Bernhard, pembentukan bank tanah sebaiknya segera dimulai dan dilakukan paralel dengan pembebasan tanah untuk pengembangan proyek infrastruktur yang tengah gencar dilakukan. Cara demikian akan lebih efektif  karena infrastruktur diperlukan untuk pembangunan sejuta rumah.  “Bank tanah juga menjadi solusi karena banyak konflik pertanahan akibat bertambahnya penduduk dan kebutuhan pembangunan,” imbuhnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments