Friday, July 19, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedBank Makin Ketat, Pembayaran Installment Jadi Alternatif - Housing-Estate.com - Portal Berita...

Bank Makin Ketat, Pembayaran Installment Jadi Alternatif – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Cara bayar untuk transaksi properti cukup beragam. Selain dengan cara tunai (cash), ada yang melalui kredit bank (KPR dan KPA). Selain itu, ada juga cara tunai bertahap (installment), yaitu membeli dengan cara mencicil ke developer. Pembayaran tunai bertahap sekarang banyak ditawarkan pengembang karena bank tidak boleh lagi membiayai properti inden atau properti yang belum jadi.

pembangunan gedung apartemen

Ilustrasiaparte

Menurut President Director PT Prioritas Land Indonesia (PLI) Marcellus Chandra, skema installment ini banyak dipilih oleh konsumen dan developer karena lebih fleksibel dan praktis. “Istilahnya pembayaran in house ke developer, konsumen lebih suka karena nggak harus menyiapkan rekening koran, BI checking, dan itu pun belum tentu diterima sama banknya. Developer juga lebih suka karena mendapatkan dana yang lebih pasti, dana dari bank pencairannya bertahap,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Selasa (10/3).

Terkait dengan kepastian suatu proyek akan dibangun, menurut Marcel, hal ini memang sulit dipastikan dan developer besar sekalipun sering kali meleset dari target pembangunanya. Untuk itu ia menyarankan konsumen untuk meriset secara mendalam terkait dengan kapabilitas developernya.

“Kami sendiri mengakui masih baru sebagai developer, tapi kami siap untuk dicek oleh konsumen kami. Ada konsumen kami yang sampai beli tiga lantai senilai Rp27 miliar, dia mencek ke notaris, ya silakan saja, kami terbuka. Kalau kami dananya dari bank pasti sertipikat kami ditahan banknya,” imbuhnya.

Karena itu, sistem pembayaran installment sampai kapan pun akan selalu ada dan dipilih oleh konsumen karena beberapa kalangan memang ada yang malas berhubungan dengan bank. Di sisi lain, developer juga harus kreatif mencari sumber-sumber pendanaan untuk membiayai proyeknya.

“Saya sendiri membeli properti untuk investasi dan saya juga pakai cara installment. Installment ini salah satu cara selain bisa juga pendanaan dari bursa melalui IPO, intinya dana untuk bridging proyek kita dan sekali lagi developer harus kreatif. Proyek kami sendiri semuanya dibiayai dengan cara installment seperti ini, jadi kami tidak ada yang dibiayai oleh bank,” tandasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments