Saturday, April 13, 2024
Google search engine
HomeUncategorizedAndrinof: Kenaikan Harga Properti Tidak Masuk Akal

Andrinof: Kenaikan Harga Properti Tidak Masuk Akal

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Andrinof A. Chaniago, mengomentari mengenai kenaikan harga properti yang bisa mencapai lebih dari 20 persen per tahun. Menurutnya, kenaikan sebesar itu tidak normal dan bisa terjadi karena properti dijadikan instrumen investasi yang berfokus pada kenaikan harga tanah.

Andrinof A Chaniago

Andrinof A Chaniago

“Menurut saya nggak masuk akal kenaikannya bisa begitu tinggi, ini karena tanah dikuasai pengembang. Ini perlunya pemerintah punya land bank, mulai sekarang pemerintah harus jeli melihat tanah kosong atau yang tidak dimanfaatkan untuk dibeli, jadi tanah tidak lagi terlalu dibisniskan,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (14/1).

Selama ini, menurut Andrinof, kita salah mengidentifikasi persoalan lahan. Ketika periode tahun 1980-an saat era kejayaan minyak, dari minyak kemudian berganti ke sumber daya hutan, kemudian booming selanjutnya dari perkotaan yang juga meningkatkan urbanisasi. Perkembangan perkotaan inilah salah satunya yang membuat kondisi properti kita seperti saat ini.

“Untuk dunia usaha perlu dicoba paradigma baru. Apa yang dibutuhkan dunia usaha untuk berkembang, pemerintah akan menyokong dan bantu. Jangan seperti sekarang, bisnis jalan tapi masalah perumahan terus terjadi, ini yang akan kita atur karena perumahan jadi indikator. Kalau gagal dengan pembangunan perumahan, itu indikator pemerintah telah gagal,” imbuhnya.

Menjadi komitmen pemerintah untuk terus mencari terobosan karena pertumbuhan rumah tangga baru di Indonesia mencapai 1 juta per tahun. Idealnya, setelah 1-2 tahun menikah dan mengontrak, pasangan baru sudah bisa mencicil rumah. Karena itu pembangunan vertikal khususnya di perkotaan menjadi hal mutlak yang harus dilakukan.

Ini karena untuk membuat suatu kawasan yang baik membutuhkan tanah. Dengan pembangunan vertikal akan lebih mudah diatur untuk penyediaan akses jalan yang lebih baik, untuk jalur mobil pemadam kebakaran maupun ambulan, untuk taman dan area resapan, dan sebagainya. “Tanah ini strategis sekali, makanya kita harus efisien. Kita bisa ikuti gaya Eropa setidaknya bangunan empat lantai, atau yang ekstrim seperti di Hong Kong yang 40 lantai, tapi intinya harus efisien,” tandas Andrinof.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments