Monday, February 26, 2024
Google search engine
HomeUncategorized8 Perumahan Menerima Green Property Awards 2013 - Housing-Estate.com - Portal Berita...

8 Perumahan Menerima Green Property Awards 2013 – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Green Property Awads 2013 Winners

9 penerima HousingEstate Green Property Awards 2013 berfoto bersama ketua tim juri Nirwono Joga dan pemimpin redaksi HousingEstate (tengah)

Housing-Estate.com, Jakarta – 8 Perumahan Menerima Green Property Awards 2013

JAKARTA, 3 Desember 2013. Untuk kelima kalinya sejak tahun 2009 majalah HousingEstate memberikan HousingEstate Green Property Awards (GPA) kepada delapan perumahan (landed residential) yang pengembangannya dinilai sudah mengadopsi kaidah ramah lingkungan (green) di Jabodetabek, Bandung, dan Surabaya, ditambah penghargaan khusus kepada satu perusahaan. Hal itu dikatakan Nirwono Joga, Ketua Tim Juri HousingEstate Green Property Awards 2013, saat memaparkan nama-nama penerima penghargaan itu dalam acara HousingEstate Green Property Awards 2013 di Jakarta, 3 Desember 2013. Ke-9 perumahan dan perusahaan itu adalah:

1) Klaster Viridis Montis, kawasan Hilltop Residence, Sentul City (2.450 ha) Sentul Selatan, Bogor, menerima Green Property Awards 2013 untuk kriteria green open space & green planning and design, kategori perumahan berskala kota (> 500 ha), karena mengalokasikan ruang terbuka hijau (RTH) paling luas di antara perumahan sekelas dan master plan-nya mengadopsi konsep ramah lingkungan. Alokasi RTH Sentul City mencapai 55–60 persen dari total luas lahan pengembangannya, sedangkan lahan terbangun (salable area) 30–35 persen, infrastruktur 10 persen. Data itu berdasarkan pengakuan developer dan bukti kasat mata, belum berdasarkan perhitungan dengan teknologi pengindraan.

Master plan perumahan yang berlokasi di perbukitan ini sejak awal, yang diperbaharui tahun 2008, juga mengarahkan pengembangan lebih ramah lingkungan dan berbau pendidikan yang dirumuskan dalam bahasa bisnis dengan istilah city of e-nnovation (eco city, education & knowledge city, entertainment & destination city, art & cultural city). Selain dalam desain rumah yang hemat energi dan dibangun mengikuti kontur dan kondisi lahan eksisting, konsep itu diterapkan juga dalam pembangunan infrastruktur seperti instalasi pengolahan air bersih (WTP) dan fasilitas mulai dari gedung perkantoran, hotel, bangunan rumah sakit, sampai obyek rekreasi, di samping dalam alokasi RTH yang luas tersebut.

2) Klaster Primavera, kawasan Foresta, BSD City (6.000 ha) Serpong, Tangerang, menerima Green Property Awards 2013 untuk kriteria green transportation & green open space, kategori perumahan berskala kota (> 500 ha), karena mendorong penghuni menggunakan angkutan umum dengan menyediakan bus sedang untuk transportasi internal kawasan melalui semua klaster hunian, terminal bus, dan stasiun kereta, shuttle bus untuk transportasi umum dari dan keluar kawasan BSD City, dan memperbaiki akses ke stasiun kereta. Dalam jangka menengah master plan perumahan bahkan mengakomodasi rencana pembangunan terminal intermoda yang mengintegrasikan semua angkutan umum di kawasan termasuk kereta.

RTH perumahan juga memadai dengan alokasi sekitar 20 persen baik berupa taman di setiap rumah, taman lingkungan di setiap klaster, berem dan median jalan, penghijauan di bantaran kali Cisadane selebar 50 meter sepanjang 8 km, maupun dua hutan kota seluas 2,5 ha dan 9 ha dilengkapi danau buatan seluas 2 ha yang ditanami 7.000 pohon dari 75 jenis. Total pohon ditanam sampai saat ini sudah mencapai 600 ribu batang. Perumahan juga dilengkapi taman pemakaman sendiri yang tersebar di beberapa titik di dalam kawasan pengembangan, yang terbesar di Jelupang seluas 20 ha.

3) Klaster Parkview, CitraRaya (2.800 ha) Cikupa, Tangerang, menerima Green Property Awards 2013 untuk kriteria green water & green waste, kategori perumahan berskala kota (> 500 ha), menyusul kebijakan developer melansir konsep pengembangan Eco Culture dua tahun lalu yang mengonsolidasikan pengembangan perumahan menjadi lebih berkelanjutan. Konsep itu merupakan green development ala CitraRaya yang mengusung prinsip: menguntungkan secara bisnis, ramah secara sosial, dan tidak merusak lingkungan. Salah satu aplikasinya yang sudah dijalankan sebelumnya adalah pembangunan instalasi pengolahan air bersih atau water treatment plant (WTP) dengan bahan baku dari air permukaan yang ada di kawasan baik berupa sungai maupun danau (situ).

Perumahan juga sudah mulai melakukan pemilahan dan pengolahan sampah mandiri baik sampah hijau dari pepohonan di seantero kawasan maupun sampah rumah tangga dari para penghuni rumah-rumahnya, dengan menyediakan tempat pengolahan sampah sementara (TPS). Sampah organik diolah menjadi kompos, sampah anorganik didaur ulang. Dengan demikian sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) milik pemerintah daerah bisa dikurangi. Kendati sampah yang bisa dipilah dan diolah di TPS saat ini baru 11 persenan, upaya menyediakan sistem pengolahan sampah mandiri itu juga diapresiasi.

4) Klaster Vassa Residence, Lippo Cikarang (3.000 ha) Bekasi, menerima Green Property Awards 2013 untuk kriteria green transportation, kategori perumahan berskala kota (> 500 ha), karena pengembangan perumahan diintegrasikan dengan pengembangan kawasan industri di satu lokasi. Selain rumah untuk kalangan menengah bawah, menengah, sampai menengah atas yang sebagian penghuninya bekerja di sekitar 800 pabrik yang ada di kawasan industri itu, developer juga menyediakan transportasi umum di dalam areal perumahan yang melalui klaster-klaster hunian dan kawasan industri, serta transportasi umum dari dan ke luar areal perumahan berupa shuttle bus yang beroperasi rutin dilengkapi terminal. Dengan demikian para pekerja industri yang tinggal di dalam dan di sekitar perumahan, lebih mudah dan murah menjangkau tempat kerja dengan angkutan umum.

5) Klaster Acacia, Summarecon Bekasi (240 ha) Kota Bekasi, menerima Green Property Awards 2013 untuk kiteria green water & green planning and design, kategori perumahan berskala besar (> 100 ha – 500 ha), karena perumahan serius dalam penyediaan dan pengelolaan air, baik air bersih, air limbah rumah tangga, maupun air hujan. Untuk air bersih perumahan membangun instalasi pengolahan air bersih (WTP) sendiri dengan sumber air baku dari PDAM Bekasi, sedangkan untuk air limbah rumah tangga (grey water) perumahan membangun instalasi pengolahan air limbah atau waste water treatment plant (WWTP). Sementara untuk mengendalikan banjir, perumahan membangun tiga danau seluas hampir 10 ha sebagai retention pond yang terkoneksi satu sama lain dengan prinsip bejana berhubungan, yang akan menampung air hujan dari saluran lingkungan di dalam perumahan ditambah air limbah rumah tangga yang sudah diolah di WWTP.

Pengembang juga membuat saluran berdiameter besar (2 x 2 m2) dari areal perumahan ke Kali Bekasi, untuk mengantisipasi bila terjadi limpasan (over flow) air dari danau-danau itu akibat curah hujan yang tinggi di kawasan. Selain itu pengembang juga membangun perimeter selebar 2 meter dan dalam 2,5 – 3 meter sepanjang 13 km mengelilingi areal perumahan untuk menampung dan mengalirkan air dari perkampungan di sekitarnya ke Kali Bekasi. Lahan perimeter sepenuhnya menggunakan tanah milik pengembang. Dengan berbagai infrastruktur pengendali air itu diharapkan bila terjadi hujan besar, air tidak menggenangi kawasan perumahan dan permukiman di sekitarnya.

Sejak awal master plan perumahan juga dirancang ramah lingkungan. Yang sudah dan mulai diterapkan selain WTP, WWTP, retention pond, perimeter, dan saluran berdiameter besar itu, adalah penyediaan septic tank ramah lingkungan dan grease trap (penyaring lemak) di setiap rumah, bus sedang untuk angkutan umum di dalam kawasan perumahan serta dari dan keluar kawasan, jalur pejalan kaki dan pesepeda yang melalui semua klaster hunian, RTH yang pohon-pohonnya sudah mulai meneduhkan, penggunaan lampu hemat energi (LED) untuk penerangan kawasan, dan jaringan internet. Yang sedang dan akan direalisasikan adalah tempat pengolahan sampah (TPS) mandiri, dan  pengintegrasian kawasan dengan stasiun kereta di Jl Jenderal Sudirman.

6) Perumahan El Verde (1,6 ha) Kota Bandung, menerima Green Property Awards 2013 untuk kriteria green building, kategori perumahan berskala kecil (< 20 ha), karena perumahan menawarkan desain rumah yang meminimalkan konsumsi listrik dengan menerapkan bukaan maksimal, void dan plafon tinggi, lubang-lubang ventilasi di bagian depan dan belakang bangunan, bentuk rumah tunggal (bukan deret-berdempet) untuk menghambat pemilik menambah ruang diiringi penyediaan lantai (dak) kosong untuk penambahan ruang di kemudian hari agar alokasi RTH-nya tetap terjaga, pembagian ruang yang efisien, dan penyediaan teras dilengkapi vertical garden yang bukan hanya mengakomodasi iklim tropis, tapi juga mendorong pemanfaatannya untuk ruang tamu atau ruang bersantai semi terbuka yang tidak memerlukan penyejuk udara elektronik.

7) Tatar Naganingrum, Kota Baru Parahyangan (1.250 ha) Bandung Barat, menerima Green Property Awards 2013 untuk kriteria green community & green transportation, kategori perumahan berskala kota (> 500 ha), karena developer serius membangun partisipasi penghuni untuk berbudaya ramah lingkungan di rumah masing-masing dan lingkungan perumahan melalui aneka program, kegiatan, lomba, dan kampanye berkala, baik untuk anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, penyediaan fasilitas seperti tempat sampah yang memisahkan sampah basah dan kering, lampu hemat energi untuk penerangan kawasan, jaringan internet, pedestrian dan jalur sepeda yang teduh, RTH yang memadai, angkutan umum di dalam kawasan dengan sistem berlangganan khusus untuk penghuni, angkutan umum untuk ke luar kawasan dan sebaliknya, serta halte-halte angkutan umum di depan klaster hunian dan sekolah-sekolah. Developer juga membangun interaksi dengan warga sekitar perumahan dengan mengadakan beberapa kegiatan pelatihan berkala selain pemberian bantuan langsung dan menjadikan mereka sebagai tenaga kerja perusahaan. Sekitar 70 persen pekerja perusahaan dari warga sekitar, sebagian kecil untuk level menengah, sebagian besar untuk pekerjaan kasar (blue collar).

8) Klaster Morning Glory, Graha Natura (80 ha) Surabaya, menerima Green Property Awards untuk kriteria green infrastructure & green open space, kategori perumahan berskala sedang (> 20 – 100 ha), karena membangun instalasi pengolahan limbah berupa vacuum sewage system (VSS) dan integrated sewage treatment plant (ISTP) yang mengolah limbah cair dari kloset, kamar mandi, dan dapur semua rumah di perumahan secara terpadu di satu lokasi, sebelum mengalirkan airnya ke danau dan pondpond.  Jadi, tidak ada lagi septic tank di setiap rumah seperti lazimnya diterapkan di semua perumahan di Indonesia. Pembangunan VSS dan ISTP bekerjasama dengan Qua-vac BV (Belanda).

Pengembang juga menyediakan hutan kota seluas 5 ha termasuk taman rekreasi dan green link seluas 1 ha mengelilingi kawasan perumahan. RTH itu bersama taman lingkungan, berem dan median jalan serta taman privat akan ditanami 10.000 pohon dari 1.000 jenis. Saat ini sudah 6.000 pohon yang ditanam. Ada juga kebun mangga persahabatan seluas 2.000 m2 yang bersifat edukasi yang akan ditanami 40 jenis mangga, dengan alasan lahan perumahan tadinya kebun mangga. Semua program konservasi lingkungan itu dilakukan pengembang bekerja sama dengan pengelola Kebun Raya Purwodadi dan SEAMEO Biotrop (Pusat Regional Asia Tenggara untuk Biologi Tropika).

9) HousingEstate Green Property Awards 2013 juga memberikan penghargaan khusus kepada PT Agung Podomoro Land Tbk, karena selama satu dekade terakhir perusahaan developer yang sudah go public ini berhasil mengembangkan 34 proyek apartemen di Jakarta, mencakup sekitar 114 menara berisi 80.000 unit hunian, sebagian besar apartemen menengah, sedikit menengah bawah dan menengah atas serta mewah dengan konsep back to the city. Konsep ini ditawarkan setelah melihat kemacetan lalu lintas yang makin sulit diurai di Jabodetabek dan masih buruknya sistem transportasi umum. Karena sebagian besar proyek berupa apartemen menengah, konsep itu relatif bisa diwujudkan, seperti terlihat dari tingkat hunian rata-rata apartemen yang mencapai 70–80 persen.

Penilaian Green Property Awards 2013 dilakukan tim HousingEstate berdasarkan delapan kriteria: penataan ruang kawasan, pengelolaan sampah, pengelolaan air, infrastruktur, transportasi umum, ruang terbuka hijau (RTH), bangunan hijau, dan partisipasi warga, setelah melakukan survei langsung dan wawancara dengan developer, di bawah supervisi arsitek lanskap, pengamat perkotaan, Wakil Ketua Pengurus Pusat Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia (IALI) dan Koordinator Peta Hijau Jakarta Ir Nirwono Joga MLA, dilengkapi konsultasi dengan arsitek dan mantan Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Her Pramtama dan Ketua Kompartemen Lingkungan Hidup DPP REI Johannes Tulung. Sedangkan penilaian awards lain sepenuhnya dilakukan tim HousingEstate.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments