Monday, May 27, 2024
Google search engine
HomeUncategorized3 Masalah Ini Hambat Program Sejuta Rumah - Housing-Estate.com - Portal Berita...

3 Masalah Ini Hambat Program Sejuta Rumah – Housing-Estate.com – Portal Berita Properti No. 1 di Indonesia

Housing-Estate.com, Jakarta – Program sejuta rumah yang dimulai April 2015 sampai sekarang belum dapat berjalan sesuai harapan. Kendati permintaannya sangat besar dan pemerintah memberi beragam kemudahan suplainya masih terbatas. Menurut Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) ada tiga masalah utama yang menghambat program sejuta rumah. “Ketiga masalah itu adalah regulasi, pertanahan, dan (dukungan) pemerintah daerah,” ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kemenpupera, Syarif Burhanuddin, kepada housing-estate.com di Jakarta, Kamis (14/1).

pembangunan rumah

Ilustrasi: Pembangunan rumah

Menurut Syarif, soal regulasi di tingkat pusat mendesak untuk dibenahi. Program sejuta rumah melibatkan tiga instansi pemerintah pusat, yaitu Kemenpupera, Kementerian Agraria/BPN, Kementerian Dalam Negeri. Masalah ini, ujar Syarif, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan tahun ini.

Masalah lain yang tidak kalah sulit adalah ketersediaan tanah. Karena itu ia menyambut gembira  rencana Kementerian Keuangan menyerahkan aset lahan seluas 360 ribu ha kepada Kemenpupera untuk diinventarisir menjadi lokasi pembangunan sejuta rumah.

Selain dua faktor itu, Syarif menyatakan, keberhasilan pembangunan sejuta rumah  sangat tergantung dari dukungan pemerintah daerah (Pemda). Apabila Pemda sebagai instansi yang berwenang mengeluarkan perizinan pembangunan perumahan mendorong pengembang membangun rumah bersubsidi program ini akan sukses. Nyatanya dari sekitar 500 Pemkab/Pemkot, termasuk provinsi, semangat untuk mendukung pembangunan sejuta rumah berbeda-beda. Ia member contoh dua daerah yang mendukung penuh pembangunan rumah rakyat, yaitu Jambi dan Sorong.

“Dua Pemda itu sudah membebaskan IMB dan BPHTB untuk pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Proses perizinannya juga sudah dipangkas dari 26 bulan menjadi 14 hari,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments